PENGENDALIAN MIKROORGANISME
❖ Faktor yang mempengaruhi terbunuhnya mikroorganisme:
1. Jenis mikroorganisme
Setiap mikroorganisme memiliki komposisi biokimia dan ketahanan mereka masing-asing untuk mempertahankan hidup. Urutan mikroorganisme dari yang ketahanan hidupnya paling tinggi sampai rendah adalah sebagai berikut,
1) Prions
2) Bacterial spores
3) Mycobacteria
4) Nonlipid viruses
5) Fungi
6) Bacteria
7) Lipid viruses
2. Jumlah mikroorganisme
Semakin banyak jumlah mikroorganisme, maka semakin lama waktu untuk membunuh mikroorganisme tersebut.
3. Konsentrasi agen
Jumlah agen yang ada dan target mikroorganisme harus tepat. Contoh adalah membunuh mikroorganisme menggunakan ethanol, maka konsentrasi ethanol harus tepat. Apabila
konsentrasi ethanol yang digunakan terlalu banyak, maka dapat terjadi evaporasi. Selain itu, ethanol tersebut dapat berbahaya bagi kulit apabila konsentrasinya terlalu tinggi.
4. Sifat permukaan
Instrumen membutuhkan jumlah desinfektan yang tepat.
5. Waktu dalam membunuh mikroorganisme
Contohnya dalam alkohol dan iodin yang membutuhkan waktu yang berbeda dalam membunuh mikroorganisme. Apabila sifat mikroorganisme dapat bertahan dalam alkohol atau senyawa yang lain, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam membunuh mikroorganisme tersebut.
6. Suhu
Umumnya membutuhkan suhu kamar dalam membunuh mikroorganisme.
7. pH
dimana pH yang digunakan dalam setiap mikroorganisme berbeda-beda, tergantung dari pH optimal dalam setiap mikroorganisme.
❖ Metode untuk mengendalikan mikroorganisme ada dua macam, yaitu metode yang memanfaatkan sifat fisika dan metode yang memanfaatkan sifat kimia
Sifat fisika
1. Pemanasan
-Pemanasan lembab
Pemanasan lembab membutuhkan waktu yang lebih cepat serta lebih efektif dalam membunuh mikroorganisme. Contoh pemanasan lembab yang pertama ialah menggunakan autoklaf. Autoklaf ini memiliki prinsip untuk membunuh mikroorganisme menggunakan uap air panas bertekanan tinggi. Suhu yang digunakan sekitar 1210C, dimana penggunaan autoklaf ini dapat membunuh mikroorganisme vegetatif dan endospora dari bakteri. Metode yang kedua ialah dengan mendidihkan mikroorganisme
pada suhu 1000C selama 10 menit. Metode dengan pendidihan ini dapat membunuh sel bakteri, namun tidak dapat membunuh endosporanya. Yang ketiga yaitu metode yang tidak memanfaatkan tekanan dalam membunuh mikroorganisme (Tyndallization). Metode ini dilakukan dengan mendidihkan mikroorganisme pada suhu 1000C selama 3 hari (setiap harinya selama 30 menit). Yang keempat ialah menggunakan metode pasteurisasi. Pasteurisasi ini dapat mengurangi populasi dalam susu, jus, dan minuman lainnya, dimana mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan pembusukan dan penyakit pada manusia. Ada beberapa suhu yang umumnya digunakan dlam pasteurisasi. Pada holding methode, digunakan suhu 630C selama 30 menit, flash pasteurizing methode digunakan suhu 71,60C selama 15 detik, dan ultra high temperature (UHT) digunakan suhu 1400C selama 3 detik. Sedangkan pada pemanasan kering juga ada beberapa macam metode.
-Pemanasan kering
Metode pemanasan kering yang pertama yaitu menggunakan oven, dimana oven ini diatur dengan suhu 160-1800C selama 2-3 jam. Peralatan yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tidak mudah pecah apabila diberi suhu tinggi. Yang kedua yaitu dengan metode pembakaran pada suhu 2000C yang memanfaatkan abu. Instrumen yang digunakan dalam pembakaran ini disebut incinerator. Yang ketiga ialah metode direct flaming, dimana metode ini membakar instrumen seperti jarum ose atau jarum inoklasi.
2. Filtrasi
Filtrasi berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam cairan atau gas. Prinsip metode ini menggunakan penyaringan dalam menyeleksi mikroorganisme dengan ukuran yang kecil. Ukuran yang digunakan dalam filtrasi ini yaitu 0,45 μm (untuk bakteri) atau 0,22μm (untuk virus). Dalam metode filtrasi pada sampel cairan biasa digunakan membran filter, sedangkan pada sampel berbentuk gas biasa digunakan high efficiency particulate air (HEPA) filter. Koloni dari mikroorganisme yang didapatkan dalam penyaringan ini lalu diinokulasi agar dapat tumbuh.
3. Radiasi
Metode ini dibagi menjadi ionizing radiation dan non ionizing radiation. Metode ionizing radiation akan menyeleksi molekul mikroba yang terdapat dalam suatu makanan dengan menggunakan X ray dan gamma ray, karena dalam menyeleksi vitamin, hormon, vaksin, dan antibiotik tidak dapat menggunakan dengan metode pemanasan. Sedangkan metode non ionizing radiation akan digunakan sinar UV untuk mengurangi populasi mikroorganisme dimana eksposure langsung terjadi. Sinar UV ini tidak dapat digunakan dalam sampel cairan dan gas.
Sifat kimia
Pada metode untuk mengendalikan mikroorganisme menggunakan sifat kimia, sering digunakan desinfektan dan antiseptik. Desinfektan adalah bahan yang digunakan untuk objek tidak hidup, sedangkan antiseptik digunakan untuk objek yang hidup misalkan kulit dan jaringan hidup. Selain itu, pada metode ini agen yang digunakan juga dikelompokkan dalam beberapa kategori, yaitu chemical sterilants (dapat membunuh semua mikroba, virus, dan endspora), gigh level agents (dapat membunuh semua mikroba dan virus, tetapi tidak pada endospora), intermediate level agents (dapat membunuh mikroba dan virus), dan low level agents (dapat membunuh beberapa bakteri, jamur, dan fungi, tetapi tidak pada endospora). Metode yang memanfaatkan sifat kimia ini dapat dilakukan dengan beberapa macam, yaitu
a. Alkohol
Penggunaan alkohol ini dapat menyebabkan terdenaturasinya protein dan melarutkan lemak. Penggunaakn alkohol ini lebih efektif pada konsentrasi 70%, pada desinfektan maupun antiseptik.
b. Halogen
Contohnya ialah klorin, klorin ini akan bereaksi dengan air untuk membentuk asam hipoklorus. Asam ini akan merusak bakteri, fungi, dan virus, apabila konsentrasi yang digunakan tinggi, maka dapat merusak endosporanya sehingga akan membentuk sprocidal. Klorin ini umumnya digunakan pada air di perkotaan dan air pada kolam renang. Contoh dari senyawa klorin adalah Sodium hypochlorite, dimana Sodium hypochlorite ini biasanya digunakan pada produk clorox sebagai desinfektan (sebanyak 6%).
c. Adehide
Salah satu contoh aldehide adalah formaldehid (formalin) yang digunakan sebagai desinfektan pada instrumen pembedahan, ruang yang digunakan untuk isolasi, dan sebagainya. Selain itu, ada glutaraldehyde yang dapat berfungsi pada instrumen kesehatan yang dapat membunuh endospora, namun glutaraldehyde ini berbahaya bagi manusia.
d. Logam berat
Contohnya ialah Silver nitrate (AgNO3) yang dapat mengendapkan protein dai mikroorganisme. Penggunaan AgNO3 adalah pada eye drop (1%) yang mana AgNO3 ini dapat membunuh bakteri. Selain Silver nitrate, ada juga Mercuric chloride (HgCl2) yang dapat melisiskan suatu membran dan dapat dijadikan sebagai desinfektan. Apabila konsentrasi Mercuric chloride terlalu tinggi maka akan menjadi toxic bagi manusia.
e. Fenol
Fenol dapat mendenaturasu protein dan merusak membran sel. Contoh dari fenol ialah triclosan. Fenol dapat digunakan untuk desinfektan dan antiseptik pada deterjen.
f. Chlohexidine
Chlohexidine adalah campuran dari klorin dan fenol yang berguna untuk antiseptik pada deterjen.
g. Oxiding agents
Contoh Oxiding agents adalah pada 3% Hidrogen peroxida, dimana senyawa ini dapat digunakan sebagai antiseptik dan dapat menghasilkan busa yang berasal dari unsur oksigennya. Senyawa Hidrogen peroxida ini akan diubah menjadi bentuk hidrogen dan oksigen. Contoh lain dari oxiding agents adalah 1% gentian violet, 3% boric acid, ethylene oxide. Ethlene oxide dapat digunakan untuk mensterilisasi instrumen kesehatan, contohnya ialah instrumen plastik, APD (alat pelindung diri), dan sebagainya yang dapat membunuh mikroba seperti jamur, bakteri, dan endospora dari bakteri.
h. Sabun dan deterjen
Sabun terdiri dari asam lemak dan sodium hidroksida yang memiliki pH basa (ph 8). Pada pH tersebut beberapa mikroorganisme dapat rusak. Sedangkan deterjen adalah senyawa kimia sintetik yang dapat mengubah struktur membran sel dan melisiskan sel mikroorganisme. Deterjen dappat digunakan sanitasi pada peralatan industri, antiseptik pada kulit, dan desinfektan (pada dinding dan lantai rumah sakit).
Komentar
Posting Komentar