SENYAWA PENYUSUN SEL

A. Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik adalah senyawa yang tidak mengandung unsur karbon (C), kecuali senyawa yang mengandung ion karbonat, oksida, atau sulfida karbonat. Senyawa anorganik tidak dapat disintesis oleh sel, namun diserap dari lingkungannya. Senyawa anorganik penyusun protoplasma antara lain:
1. Asam, misal HNO3
2. Basa, misal KOH dan NaOH
3. Garam-garam mineral, misal NaCl, CaSO4, MgCl2, NaHCO3, dan lain-lain.
4. Air, senyawa ini merupakan penyusun sekitar 90% dari berat sel. Fungsi air bermacam-macam yaitu sebagai pengangkut berbagai zat, pembawa panas serta memainkan peran penting dalam pembuangan panas, pelarut universal, berperan dalam menjaga suhu tubuh, dan membantu pengaturan suhu lingkungan.

B. Senyawa Organik

Senyawa organik adalah senyawa yang terbentuk dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Senyawa organik berasal atau dibentuk oleh makhluk hidup.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa yang dibangun oleh unsur-unsur C, H, dan O. Fungsi karbohidrat bagi sel adalah sebagai berikut:
a)  Karbohidrat sederhana berfungsi sebagai sumber energi utama
b) Karbohidrat berantai panjang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan membentuk komponen struktur sel tumbuhan.

Berdasarkan gula penyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi :
1) Monosakarida
Monosakarida adalah senyawa karbohidrat yang tersusun atas satu gula. Rumus molekulnya adalah (CH2O)n. Sifat Monosakarida mudah larut dalam air dan berasa manis.
Contoh Monosakarida:
-Glukosa (merupakan salah satu contoh Monosakarida utama dalam darah dan sebagai penghasil energi).
- Fruktosa (merupakan gula yang terdapat pada madu dan buah-buahan manis).
- Galaktosa (merupakan Monosakarida pada susu).
2) Disakarida
Disakarida adalah senyawa karbohidrat yang terdiri atas dua gugus monosakarida yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosidik (ikatan kovalen yang terbentuk antara dua monosakarida melalui reaksi dehidrasi).
Contoh Disakarida:
- Maltosa : glukosa+glukosa (bahan untuk membuat bir)
- Sukrosa : glukosa+fruktosa (pengangkutan karbohidrat pada tumbuhan dari daun ke organ lainnya adalah dalam bentuk sukrosa)
- Laktosa : glukosa+galaktosa (terdapat dalam susu)
3) Polisakarida
Polisakarida adalah senyawa karbohidrat makromolekul yang tersusun atas ratusan hingga ribuan Monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan glisodik
Contoh Polisakarida:
- Pati : cadangan makanan dalam kloroplas dan amiloplast pada sel tumbuhan. Pati merupakan senyawa campuran dari amilose dan amilopektin.
- Glikogen : cadangan makanan yang ditemukan di hati dan otot.
- Selulosa : polisakarida struktural dalam dinding sel tumbuhan. Kegunaan selulosa adalah untuk industri serat dan kertas.

2. Lemak (Lipid)

Senyawa lemak merupakan biomolekul yang sulit sekali untuk bercampur atau tidak bisa sama sekali bercampur bersama air. Lemak ini tersusun dari molekul besar bukan polimer yaitu asam lemak dan gliserol. Gliserol adalah alkohol dengan tiga buah karbon, yang masing-masing berikatan dengan gugus hidroksil. Asam lemak merupakan rangkaian atom karbon dengan ikatan rangkap atau tidak rangkap dengan gugus karbon pada ujungnya. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap pada senyawa lemak, maka semakin tidak jenuh lemak tersebut.
Peranan lipid dalam sel:
a. Sebagai sumber energi
b. Sebagai isolator panas yang berperan menjaga sel atau organisme dari suhu terlalu rendah
c. Memberikan perlindungan fisik terhadap organ yang dibungkusnya
d. Zat makanan cadangan
e. Pelarut vitamin A, D, E, dan K

Bagian-bagian lipid di dalam organ atau sel:
(a) Fosfolipid
Fosfolipid merupakan komponen pembentuk membran plasma. Molekul fosfolipid ini tersusun atas satu gliserol dan dua asam lemak. Bagian kepala dan ekor fosfolipid ini memiliki perlakuan yang berbeda terhadap air. Bagian kepala berupa gugus fosfat bersifat hidrofilik (suka air). Sedangkan bagian ekor merupakan gugus hidrokarbon yang bersifat hidrofobik (tidak suka air atau fobik air=fobia air). Bila ditambahkan air, fosfolipid akan membentuk dua lapisan yang ekornya saling berhadapan membentuk lapisan agregat atau biasa disebut dengan fosfolipid bilayer.



Image result for gambar membran sel
Sumber: https://www.ilmusiana.com/2019/08/mengapa-membran-sel-semipermeabel.html

(b) Lilin
Lilin ini terdapat di lapisan kutikula pada daun dan batang tumbuhan kaktus. Lilin berfungsi untuk mencegah kehilangan air dan juga berperan dalam melindungi tumbuhan dari serangan mikroorganisme patogen.
(c) Kolestrol
Kolestrol merupakan komponen umum membran sel. Pada vertebrata, kolestrol disintesis oleh hati. Banyak hormon termasuk hormon kelamin pada vertebrata (progesteron, esterogen, dan testosteron) merupakan steroid yang diproduksi dari kolestrol. Kolestrol merupakan komponen penting dalam sel, namun kadar yang terlalu tinggi bisa menyebabkab penyakit atersklerosis.

3. Protein

Protein merupakan makromolekul utama sel yang biasanya tersusun atas karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Kadang juga mengandung belerang dan fosfor. Setiap molekul protein tersusun atas satu atau lebih rantai polipeptida. Setiap rantai polipeptida tersusun atas banyak unit asam amino yang dihubungkan melalui reaksi kondensasi.
Tabel 1.1 Gambaran umum fungsi protein
No.
Tipe protein
Fungsi
Contoh
1
Protein struktural
Pendukung
Serangga menggunakan serat sutera untuk membuat kepompong, sedangkan laba-laba menggunakan protein serat halus untuk membuat jaring. Kolagen dan elastin memberikan rangka berserat dalam jaringan ikat hewan. Keratin adalah protein pada rambu, tanduk, bulu, dan embelan-embelan kulit lainnya.
2
Protein simpanan
Simpanan asam amino
Ovalbumin adalah protein putih telur, yang digunakan sebagai sumber asam amino bagi embrio yang sedang berkembang. Kasein, protein susu, adalah sumber utama asam amino untuk bayi mamalia. Tumbuhan memiliki simpanan protein dalam bijinya.
3
Protein transpor
Transpor zat-zat lain
Hemoglobin, protein yang mengandung besi dalam darah vertebrata, mengangkut oksigen dari paru-paru ke bagian lain tubuh. Protein lainnya mengangkut molekul melewati membran sel.
4
Protein hormonal
Koordinasi aktivitas organisme
Insulin, hormon yang dihasilkan pankreas, membantu meregulasi konsentrasi gula dalam darah vertebrata.

5
Protein reseptor
Respons sel terhadap rangsangan kimia
Reseptor yang tertanam di dalam membran sel-sel saraf akan mendeteksi sinyal kimiawi yang dilepaskan oleh sel-sel saraf lain.
6
Protein kontraktil dan motorik
Pergerakan
Aktin dan miosin menyebabkan kontraksi otot. Protein lain berperan dalam undulasi (gerak merombak) organel yang disebut silia dan flagelum.
7
Protein pertahanan
Perlindungan dari penyakit
Antibodi memerangi virus dan bakteri.
8
Protein enzimatik
Percepatan selektif pada reaksi kimia
Enzim-enzim pencernaan yang mengkatalis hidrolisis primer dalam makanan.
Sumber: Campbell, 2008

4. Asam Nukleat

Asam nukleat merupakan makromolekul kompleks yang tersusun atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan fosfor. Ada dua tipe asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (ADN) atau deoxyribonuclec acid (DNA) dan asam ribonukleat (ARN) atau ribonucleic acid (RNA). Asam nukleat terdiri dari nukleotida. Unit-unit nukleotida tersusun membentuk polimer yang disebut polinukleotida. Setiap molekul asam nukleat terdiri atas satu atau dua rantai polinukleotida. Setiap nukleotida tersusun atas tiga komponen utama yaitu basa nitrogen, gula pentosa, dan gugus fosfat. Nukleotida yang tidak mengandung gugus fosfat disebut nukleosida.

Basa nitrogen pembentuk nukleosida dapat dibedakan menjadi purin dan pirimidin. Pirimidin meliputi tiga jenis yaitu timin (T), sitosin (S) dan urasil (U). Purin meliputi dua jenis yaitu adenin (A) dan guanin (G). Adenin, guanin, dan sitosin dapat ditemukan pada DNA maupun RNA. Sedangkan timin hanya dapat ditemukan pada DNA dan urasil hanya ada pada RNA.

Image result for basa nitrogen
Sumber: https://usaha321.net/struktur-dan-fungsi-pirimidin.html



DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A., dan J. B. Reece. 2008. Biologi Edisi ke 8 Jilid 1. (diterjemahkan dari : Biology         Eighth Edition, penerjemah : D.T. Wulandari). Penerbit Erlangga. Jakarta. 486 hal. 
Prawihartono, Slamet. 2016. Konsep dan Penerapan BIOLOGI SMA/MA Kelas XI. Jakarta. Bumi     Aksara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGARUH WATER BALLAST TERHADAP BIOTA LAUT